Monday, August 31, 2015

Inilah Hadits Shahih tentang Keutamaan Beternak Domba


Sebagai orang Islam, muslimin, muslimah, mu'minin dan mu'minat, maka sudah seharusnya kita mencontoh segala apa yang telah dilakukan dan atau juga apa-apa yang telah jelas direkomendasikan oleh Baginda kita, Rasulullah - Muhammad SAW untuk ummatnya. diantaranya tentang Beternak Domba.

Sungguh mengejutkan dan akan terpana kita dibuatnya dengan mengetahui bahwa sesungguhnya usaha beternak domba adalah sebaik-baiknya jenis usaha yang sangat disarankan oleh Baginda Rasul Allah. Sebagaimana disebutkan dalam suatu riwayat hadits yang jelas shahih - Bukhari, berikut ini:

DOMBA adalah sebaik-baiknya binatang ternak untuk Qurban dan Aqiqah:

Dalam Bulughul Maram disebutkan hadits pada no. 1355 yang membicarakan masalah hewan yang disembelih pada saat kurban. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berkurban dengan dua gibas (domba jantan) putih yang bertanduk, lalu beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kedua kakinya di pipi kedua gibas tersebut (saat menyembelih). Dalam lafazh lain disebutkan bahwa beliau menyembelihnya dengan tangannya (Muttafaqun 'alaih) . Dalam lafazh lain disebutkan, "Saminain, artinya dua gibas gemuk". Dalam lafazh Abu 'Awanah dalam kitab Shahihnya dengan lafazh, "Tsaminain, artinya gibas yang istimewa (berharga)." Dalam lafazh Muslim disebutkan, saat menyembelih, beliau mengucapkan, "Bismillah wallahu akbar (artinya: dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar)". (HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966).

Dari Ibnu Abi Malikah ia berkata: Telah lahir seorang bayi laki-laki untuk Abdurrahman bin Abi Bakar, maka dikatakan kepada 'Aisyah: "Wahai Ummul Mu'minin, adakah aqiqah atas bayi itu dengan seekor unta?". Maka 'Aisyah menjawab: "Aku berlindung kepada Allah, tetapi seperti yang dikatakan oleh Rasulullah, dua ekor kambing yang sepadan." (HR. Al-Baihaqi).

Beternak Domba atau kambing adalah jenis pekerjaan terbaik untuk orang Islam
Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda :
"Akan tiba masanya ketika harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)"(H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : "Di antara penghidupan (pekerjaan) manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau menyongsong kematian ditempat datangnya. Atau seorang laki-laki yang menggembala domba di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka." (H.R. Muslim).

Memilih Bidang Pekerjaan Di Akhir Zaman
Contoh pekerjaan lain yang insyallah valid sampai akhir zaman adalah menggembala (memelihara) domba/kambing. Imam Nawawi yang sangat mashur dengan kitab yang menjadi rujukan para juru dakwah hingga kini – membahas secara khusus dalam kitabnya Riyadhush Shalihin. Dalam bab Beruzlah beliau menyampaikan bahwa beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah rusak, takut agama ini terfitnah dan takut terjerumus dalam keharaman dan syubhat adalah hal yang disunahkan. Nah ketika kita menyendiri dan takut kepada hal yang haram, lantas apa pekerjaan kita untuk menghidupi diri dan keluarga kita ?. Memelihara domba/kambing, itulah salah satu jawabannya. sumber.

Dan bagi sobat lain yang mengambil keputusan untuk menjadi peternak kambing susu perah semisal beternak kambing etawa, maka tidak kalah pentingnya dan juga itu adalah disyariatkan oleh agama (dipandang bagus menurut agama Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Keutamaan Susu Kambing menurut Nabi Muhammad - Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam:

Riwayat dari sahabat Rasulullah yaitu Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, "Aku bersama Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan Khalid bin al Walid masuk ke rumah Maimunah. Maimunah menyuguhkan kepada kami satu wadah berisi susu kambing. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam lantas meminumnya. Aku berada di sebelah kanan Rasulullah sedangkan Khalid ada di sebelah kiri Rasulullah.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika minum susu maka ucapkanlah, 'Allahumma baarik lanaa fiehi wa zidna minhu' (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu". (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (5957)

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga bersabda, "Tidak ada satupun makanan yang bisa menggantikan makanan dan minuman melebihi susu". (HR. Ahmad 3/302 dengan sanad yang sahih. Kisah di atas asalnya ada di Muwatha' dan Sahih Bukhari Muslim. Juga tercantum dalam Sahih Tirmidzi nomor 3455).

Maka, apa lagi yang kita tunggu, mari sama-sama untuk mengikuti sunnah beliau (Rasulullah) yang jelas membawa misi kebenaran Islam dari Allah SWT yang senantiasa akan bersinar sampai akhir zaman kelak.

Selamat berjuang keras untuk ber wira usaha beternak domba / kambing untuk kita semua. Lakukan semampu kita, dari hal yang terkecil dan Insya Allah akan ada barokah Allah dan usaha kita akan semakin besar (ketika ikhtiar dan do'a selalu optimal). Amin.

Saturday, August 29, 2015

Kita butuh 10 bata atau 143 meter persegi lahan gembalaan untuk per satu ekor domba

Berapa luas lahan gembalaan yang ideal untuk setiap seekor domba?

Kami yakin itulah pertanyaan yang banyak dipertanyakan kita-kita semua (termasuk kami pada mulanya), maka kami pun mulai mencari tahu lebih tentang itu.

Baik, setelah dirasa cukup mencari info di luaran sana, maka inilah perhitungan yang mendekati pas atau setidaknya bisa menjadi proporsional untuk mengetahui berapa sih luas lahan gembalaan yang harus kita siapkan untuk kebutuhan menggembala domba atau kambing - untuk setiap ekor domba/kambing kita?

Dalam rumus yang kami sajikan di file, maka kita akan mengambil nilai rata-rata dari berat badan setiap domba yaitu 50 kg, sehingga jika kita merujuk ke panduan dasar / pedoman beternak domba, dimana pemberian pakan untuk setiap domba per hari nya adalah 10% dari berat domba itu sendiri, maka dengan mengambil rata-rata berat domba kita adalah 50kg, maka kebutuhan pakan per domba adalah 5kg rumput per hari.

Mengapa kita menjadi menghitung kebutuhan rumput, padahal khan kita mau bahas berapa luas lahan gembala?

Jawab: karena dengan mengetahui berapa jumlah kebutuhan rumput, maka kita nantinya bisa menghitung berapa perkiraan luas lahan yang harus disediakan sehingga nantinya lahan gembalaan tersebut kita tanami rumput yang jumlahnya akan mendekati pas sesuai dengan jumlah kilo gram kebutuhan rumput untuk domba-domba kita.

Kami tidak membahas lebih rinci dalam tulisan postingan ini, karena memang sudah ada rumus bakunya dan telah kami buat dalam file Microsoft Office Excel 2007.

Dengan melihat dan otak-atik file tersebut, maka anda nantinya bisa dengan mudah untuk mengetahui berapa luas lahan gembalaan yang dibutuhkan untuk domba-domba anda (berapapun jumlah domba anda). Anda tinggal inputkan / masukkan berapa total domba yang anda miliki, maka akan keluar berapa sih sebenarnya luas lahan yang diperlukan. Mudah - simple - praktis dan tentunya sangat bermanfaat, bukan?

Catatan : hasil perhitungan luas lahan yang ditampilkan dalam file kami, adalah untuk sistem gembala rolling dua kali / dua tempat. maksudnya, misalnya jika hasil luas adalah 10 bata. maka sebenarnya 10 bata tersebut nantinya dibagi 2, satu lahan (5 bata) untuk lahan aktif. dan setengahnya lagi yang 5 bata sebagai lahan cadangan dan siap-siap sebagai lahan pengganti ketika lahan satunya sudah gundul dan miskin rumput.

Untuk tidak membingungkan, maka akan kami jawab secara simple dan gamblang tentang berapa luas lahan gembala untuk per seekor domba.

Jawab : 10 bata atau 143 m2 lahan per satu ekor domba

Seperti yang telah kami informasikan di atas, bahwa nilai 10 bata tersebut adalah untuk sistem rolling dua tempat ya, karena jika satu tempat, kita cukup 5 bata atau 72 m2 saja kok - tapi khan nanti kita bingung sendiri, nanti domba kita akan di simpan / digembalakan dimana? atau akan dikasih makan apa ketika rumput di lahan 5 bata tersebut sudah menipis karena tiap hari disantap domba. Maka dari itu ada areal penyambungnya yang satunya lagi yang 5 bata, yang telah siap dihuni oleh domba dengan kondisi rumput yang sudah siap di santap oleh domba. Tinggal kita segera mengolah lagi areal yang baru saja di tinggalkan domba agar rumputnya cepat jadi lagi. begitu seterusnya rolling bergantian.

Tetapi jika dengan cara diatas, ternyata masih kurang (karena misal saja domba-domba kita lahap banget makannya, maka kita pakai jurus pamungkas, yaitu ngarit ke tempat lain). Semoga saja tidak sampai demikian ya.

Dan jika kita tidak ingin ngarit, maka sebenarnya akan lebih bagus lagi jika kita punya 4 tempat rolling, jadi semakin terjamin rumput hijauan kita, tapi khan itu jelas memerlukan luas lahan lebih luas lagi. Maka kami coba ambil contoh yang cuma rolling dua tempat saja. Dengan hanya dua tempat rolling, maka waktu rolling adalah tiap 45 hari sekali. Tetapi jika kita punya empat tempat rolling akan menjadi cuma selisih 12 hari (sejak rolling tahap ke-2, maka domba kita akan pindah area setiap 12 hari sekali dengan jaminan usia rumput odot sudah 45 hari tentunya).

Baiklah, kami perjelas lagi, jadi dengan menggunakan sistem rotasi lahan dua tempat, maka domba kita akan di pindah ke tempat baru pada setiap 45 hari sekali, itu karena rumput odot bisa di panen tiap 45 hari sekali (rumput odot bisa menghasilkan 5 kg rumput per m2 luas lahan). Jika kita mampu melakukan sistem rotasi 4 tempat (dengan luas lahan adalah 40 bata per ekor domba), maka 45 hari dibagi 2 saja, jadi setiap 12 hari, domba kita bisa kita pindah ke area baru.

Perihal sistem rotasi dua tempat, maka artinya setiap hari selama 45 hari tersebut, setiap ekor domba kita dapat memakan rumput sekitar 7.5 kg rumput (itu melebihi standar kabutuhannya yang sekitar 5 kg/ekor/hari), itu semua terjadi atau berlaku jika ukuran 10 bata luas lahan per ekor domba bisa kita penuhi.

Tetapi harus di antisipasi juga bahwa adalah di pandang penting untuk kita mengelola pakan fermentasi untuk jaga-jaga tibanya musim kemarau panjang dimana lahan gembalaan kita kena imbas menjadi gersang susah jadi rumputnya. Untuk memahami pembuatan pakan fermentasi - antisipasi musim kemarau atau bisa juga pakan fermentasi tersebut kita berikan ke domba-domba kita sebagai kebutuhan pakan harian tambahan (selain sistem gembala), maka anda bisa melihat di postingan kami terdahulu Inilah manfaat pakan hijauan dan pakan konsentrat yang sudah sukses di fermentasi.

Silahkan lihat-lihat file excelnya di "domba.id - Luas lahan gembalaan untuk per seekor domba"
Sebagai informasi tambahan, bagi anda yang ingin mengetahui perhitungan Konversi Hitungan Luas Tanah dari Meter Persegi ke Bata, lalu ke Hektar, bisa dilihat di file "domba.id - Konversi Hitungan Luas Tanah dari Meter Persegi ke Bata, lalu ke Hektar - Rev.2".

Sukses untuk kita semua.
Semoga bermanfaat. Amin.
Sumber inspirasi perhitungan kami diatas adalah dari saungdomba.com.

Thursday, August 27, 2015

Panduan Teknis Budidaya Kambing Perah Peranakan Etawa (PE)

Pedoman ini bisa juga berlaku untuk Budidaya Domba, karena pada intinya sama atau hampir sama, sehingga jika dalam artikel ini, kami ada menyebut domba, maka wajar, walaupun sebenarnya artikel ini lebih ke budidaya kambing perah etawa.

Susu kambing memang belum begitu se-populer susu sapi di masyarakat, padahal banyak sekali manfaat dan khasiat dari susu kambing ini, terutama dari kambing peranakan etawa (PE). Masyarakat juga lebih banyak memilih susu sapi daripada susu kambing. Kurangnya minat masyarakat terhadap susu kambing disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu masih mahalnya harga susu kambing dibandingkan dengan susu sapi, misalnya, susu kambing per liter bisa mencapai Rp. 35.000,- sedangkan susu sapi hanya Rp. 10.000,- (itu harga misalnya saja, pada kenyataannya bisa beda sedikit-sedikit).

Mengapa susu kambing masih mahal? - alasannya jelas karena produk susu kambing masih jarang, coba kalau suatu saat nanti sudah banyak peternak / pembudidaya kambing perah etawa, maka tentunya harga susu kambing etawa di pasaran akan semakin murah karena banyaknya persaingan antar peternak, yang secara tidak langsung akan membuat susu kambing semakin murah, sehingga masyarakatpun akan semakin terjangkau untuk membelinya.

Lalu, apakah peternak akan merugi jika susu kambing menjadi semakin murah? Bisa ya, bisa tidak. Tergantung bagaimana pemahaman masing-masing saja. Menurut kami tidak akan rugi, lihat saja harga susu sapi yang Rp. 10.000,- per liter, tidak merugi kan para peternak sapi?, begitu pula dengan nantinya jika susu kambing menjadi semakin murah. Dan tentunya, ketika kesadaran masyarakat akan pentingnya susu kambing etawa sudah bagus, maka ketika peternak meaikkan harga produk susu nya (mengikuti kenaikan biaya operasional dan lain-lain), maka kami yakin, konsumen akan bisa faham akan hal itu. Tentu harus secara step by step baik harganya dan diperhitungkan waktu yang tepat untuk naik harganya (sesuai dengan kenaikan biaya produksi / operasional peternakan juga).

Sehingga yang terpenting sekarang adalah bagaimana cara menumbuhkan kesadaran dan pemahaman dan mensosialisasikan agar masyarakat tahu, faham dan lalu mau membeli, mengkonsumsi susu kambing etawa dengan tanpa terasa ada hal yang terlalu membebani keuangan mereka. Itu jelas sedang menjadi PR besar para peternak kambing perah etawa.

Alasan lain, kenapa tidak akan rugi jika susu kambing etwa semakin murah? karena dengan otomatis pasar / konsumen susu kambing akan semakin banyak sehingga pangsa pasar pun jelas akan semakin terus meluas dan banyak. Sehingga itu tidak akan terlalu menyulitkan para peternak susu kambing dalam hal pemasaran hasil perasan susu segar kambing etawa mereka masing-masing.

Sehingga, jelas sudah bahwa beternak kambing perah etawa adalah masih menjadi salah-satu pilihan usaha yang mumpuni dan patut digarap dengan lebih serius oleh para peternak domba/kambing, pun oleh para calon peternak domba/kambing.

Ingat juga bahwa dengan memasyarakatkan kegeramaran minum susu kambing, maka secara tidak langsung kita telah ikut membantu mencerdaskan dan mensehatkan anak bangsa, karena jelas susu kaming etawa adalah spesial dan banyak sekali manfaatnya, Anda bisa google sendiri untuk mengetahui beribu manfaat dari susu kambing etawa (soalnya, kami di postingan ini tidak fokus membahas ke manfaat susu kambing etawa nya, tetapi lebih ke menjelaskan bagaimana Panduan Teknis Budidaya Kambing Perah Peranakan Etawa (PE)).

Baiklah, berikut ini adalah urutan singkat, padat, ringkas tentang : Panduan Teknis Budidaya Kambing Perah Peranakan Etawa (PE) :

Dalam pemeliharaan beternak kambing perah etawa, maka ada 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan, yaitu :

A. Bibit
B. Makanan, dan
C. Tata Laksana.

A. BIBIT

Peternak harus jeli dalam memilih calon bibit. misalnya untuk kambing pedaging, maka bisa memilih kambing kacang, sedangkan untuk kambing khusus produksi susu, maka pemilihan kambing etawa adalah menjadi pilihan utama).

Jika kita menyebutkan secara gambaran umum nya ciri-citi bibit yang baik adalah kambing yang :

  • Kambing yang berbadan sehat
  • Tidak cacat
  • Bulu nya terlihat bersih dan mengkilat
  • Daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.

1. Kriteria Kambing untuk Calon Induk yang bagus

  • Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang terlihat lurus, tubuh besar, tetapi tidak terlalu gemuk.
  • Jinak dan sorot matanya ramah.
  • Kaki nya lurus dengan kondisi tumit yang tinggi.
  • Gigi nya harus sudah lengkap, dan kambing  mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah harus rata.
  • Kambing tersebut adalah lahir dari keturunan yang kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang masih muda.
  • Ambing terlihat simetris, tidak menggantung dan berputing 2 (dua) buah.

2. Ciri-ciri Calon Pejantan Kambing yang baik

  • Tubuh kambing adalah besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) yang tinggi.
  • Kaki lurus dan kuat.
  • Lahir dari keturunan kembar.
  • Umur antara 1.5 sampai dengan 3 tahun.

B. MAKANAN

Untuk hal jenis dan bagaimana cara pemberian pakan, maka kita bisa menyesuaikannya dengan umur domba dan bagaimana kondisi domba kita. Pada dsarnya, suatu pakan yang baik dan bagus untuk diberikan ke domba adalah pakan yang harus mengandung cukup protein, karbohidrat, vitamin serta mineral. Disamping itu, pakan juga harus mudah untuk bisa dicerna oleh kambing, tidak mengandung racun dan tentunya harus yang disukai oleh domba, murah dan juga mudah dalam memperolehnya.

Sebagaimana telah kami sebut dalam postingan kami terdahulu, bahwa pada dasarnya ada dua macam makanan / pakan untuk domba, yaitu pakan hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan atau biasa disebut konsentrat (yang berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).

Cara pemberian pakan domba :

Pakan untuk domba, bisa diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput adalah 10% dari berat badan domba kita, lalu berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya, pemberian garam bertujuan untuk menimbulkan cepat haus pada domba, sehingga domba kita akan gemar minum.

Untuk domba / kambing yang sedang bunting, atau induk domba yang sedang menyusui, atau kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan, maka perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.

C. TATA LAKSANA

1. Kriteria Kandang Domba / Kambing yang baik & proporsional, adalah :

  • Kondisi kandung harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, tidak bau [baik bau dari kotoran kambing yang sudah menumpuk pun bau dari hal lain dari luar area kandang] dan minimal berjarak 5 meter dari rumah penduduk).
  • Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
    - Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
    - Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
    - Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
    - Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
    - Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor.

2. Pengelolaan reproduksi Kambing / Domba

Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55 - 60 kg.
  • Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
  • Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.

3. Ratio jantan dan betina = 1 : 10

Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :

  • Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).
  • Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.

Pengendalian Penyakit pada kambing :

  • Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
  • Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.

4. Pasca Panen

  • Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual, maka pilih waktu yang tepat - yaitu pada saat berat badan kambing tersebut tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing sedang cukup tinggi.
  • Perkiraan Harga adalah berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) berat karkas* x harga daging eceran.
  • Untuk perkiraan harga jual domba atau kambing, ada juga peternak yang menggunakan sistem "Harga Jual Domba (timbang hidup) per berat kilo gram" - biasa disebut Kambing / Domba Kiloan.

* Karkas adalah bagian dari hewan potong yang disembelih setelah kepala dan kaki dipisahkan, dikuliti, serta isi rongga perut dan dada dikeluarkan (Manual Kesmavet, 1993).

Anda bisa juga memahami bagaimana teknik budidaya kambing perah di "Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah".

Sumber inspirasi artikel.

Saturday, August 22, 2015

Inilah manfaat pakan hijauan dan pakan konsentrat yang sudah sukses di fermentasi

Sebelum diberikan ke domba, sebaiknya kita melakukan fermentasi untuk pakan hijauan dan pakan konsentrat kita

Ini berlaku untuk peternak yang mengandangkan terus menerus domba nya (karena lahan sempit dan lain hal). dan tidak untuk yang mengembalakan.

Dalam dunia beternak domba atau kambing, ada dua jenis pakan yang biasa diberikan kepada domba yaitu:

  1. Pakan Asli Hijauan, biasa disebut HMT (kependekan dari Hijauan Makanan Ternak)
  2. Pakan konsentrat, yaitu pakan-pakan tambahan pendukung nomor satu di atas.

Usahakan keduanya harus singkron, karena akan saling mendukung untuk terciptanya makanan domba / kambing yang Empat Sehat Lima Sempurna (jika kita analogikan ke makanan manusia).

Lalu, mengapa harus ada acara fermentasi segala?, khan bisa langsung dikasihkan ke domba kita?

Jawab, memang bisa di kasihkan langsung, tapi jauh lebih baik pakan yang hasil fermentasi, karena setelah kami memahami dari membaca beberapa literatur-literatur penting tentang pakan ternak yang menyatakan bahwa : suatu pakan yang telah berhasil di frementasi, maka itu akan mengurangi beban kerja rumen hewan domba / kambing kita, dengan begitu, energi yang digunakan untuk mencerna dengan gigih makanan tadi, akan dipergunakan oleh domba untuk kepentingan lain. Jadi intinya dengan dilakukan fermentasi pakan di luar kambing / domba, maka itu akan meringankan sistem pencernaan domba.

Disamping itu, tidak dipungkiri bahwa sistem fermentasi pada pakan, akan meningkatkan kandungan protein kasar (pk) dari pakan itu sendiri (kami mengetahui hal tersebut setelah banyak membaca beberapa literatur juga yang dengan jelas telah menyimpulkan demikian).

Di lapangan, pakan yang telah berhasil di fermentasi ternyata sangat bermanfaat terutama untuk kesehatan domba dan kandangnya. dengan kata lain, domba-domba yang diberi makan dengan pakan yang telah di fermentasi, maka kotoran dan urine domba adalah tidak bau pesing. Itu juga kami dapat dari banyak pengakuan teman-teman peternak yang menyimpulkan demikian setelah mengaplikasikan sistem pakan ter-fermentasi ini.

Disebutkan dari berbagai sumber bahwa pakan fermentasi juga bisa dijadikan solusi praktis dalam menghadapi musim kemarau yang panjang, dimana hijauan menjadi berkurang karena banyak lahan kekeringan. Dengan adanya stok pakan fermentasi (yang bisa kuat bertahan sampai dengan 4 hingga 8 bulan sejak proses fermentasi selesai yang biasanya memakan waktu 3 minggu), maka kita tidak lagi akan merasa khawatir kekurangan pakan di musim kemarau. Tinggal di kondisikan saja bagaimana cara untuk membuat suatu tempat khusus semacam gudang khusus untuk menyimpan pakan fermentasi.

Sehingga, jelas sekali keunggulan-keunggulan pakan yang difermentasi daripada yang tidak. Anda akan menemukan banyak fakta ketika anda mencoba mencari sendiri di google. Kami disini hanya ikut berusaha untuk membuka dan mensosialisasikan jalan terang ini.

Untuk kita sama-sama ketahui, berikut ini, kami sajikan data beberapa tanaman hijau dan juga bahan konsentrat untuk nantinya bisa kita olah dijadikan bahan pembuatan pakan fermentasi kita.

Yang kami sajikan adalah nama hijauan dan konsentrat nya dan lalu berapa persen kandungan protein kasar (pk) nya. Kebutuhan protein pada temak dinyatakan dalam protein kasar (PK). Semakin besar nilai PK, maka pakan itu semakin besar mendekati predikat pakan yang bagus.

Inilah perbandingan kandungan protein kasar (pk) dari berbagai jenis pakan hijauan dan bahan konsentrat untuk domba (maaf, data kami campur, tapi gampang diketahui bahwa yang pakan hijauan adalah pakan dari jenis dedaunan asli yang biasa hidup di padang rumput dan tegalan, sedangkan bahan konsentrat adalah pakan dari hasil sampingan produksi lain, seperti dedak padi, ampas tahu, dan sejenisnya :

  1. Alfalfa : 32 % (Recommended)
  2. Daun Lamtoro : 24 s/d 30 % bahkan ada sumber yang menyebut sampai 36.19 %
  3. Tebon jagung 34-56 : 10.7 %
  4. Tebon jagung 56-70 : 9.9 %
  5. Tebon jagung 99-112 : 9.2 %
  6. Daun pisang : 5.79 %
  7. Daun kelapa : 7.23 %
  8. Daun bambu : 4.24 %
  9. Rumput teki : 11.9 %
  10. Alang- Alang : 6.5 %
  11. Glirisidia / Gliricida / gamal muda : 22.7 %
  12. Glirisidia / Gliricida / gamal berbunga : 19.1 %
  13. Daun Ubi Kayu : 20.4 %
  14. Daun Ubi Jalar : 14.32 %
  15. Ampas tahu : 25.651 %
  16. Ampas kecap : 36.381 %
  17. Ampas bir : 26.448 %
  18. Ampas brem : 3.130 %
  19. Ampas gula cair : 5.106 %
  20. Bungkil kopra : 27.597 %
  21. Bungkil kelapa sawit : 14.112 %
  22. Bungkil kacang tanah : 36.397 %
  23. Bungkil kedelai : 52.075 %
  24. Bungkil tengkuang : 14.112 %
  25. Kedelai BS : 38.380 %
  26. Tumpi kedelai : 21.134 %
  27. Tumpi jagung : 8.657 %
  28. Polard : 16.412 %
  29. Molasses : 8.300 %
  30. Rendeng kedelai : 16.7 %
  31. Rumput gajah : 9.1 %
  32. Rumput raja : 13.5 %
  33. Kaliandra = 22.4 %
  34. Indigofera = 24.17 %
  35. Waru = 18.09 %
  36. Singkong : 1.36 %
  37. Ketela rambat : 1.5 s/d 3 % (tapi bisa jadi sampai 35 % setelah melalui proses fermentasi sempurna)
  38. Nangka (25.398 % jika sudah di frementasi), jika belum hanya 15 %.
  39. Albesia (daun sengon) - (di sunda / Jawa Barat disebut Albiso) : 5.6 %
  40. Murbai : 22 s/d 23 %
  41. Jerami Padi : 3.2 s/d 4.10 % (benih padi-nya : 9.78 %)
  42. Jerami Kedele : 11.96 %
  43. Jerami Kulit kedelai : 8.00 %
  44. Jerami Kacang Tanah : 12.94 %
  45. Jerami Kacang Panjang : 12.94 %
  46. Jerami Kacang Otok : 16.05 %
  47. Jerami Kacang Hijau : 23.26 %
  48. Kulit coklat : 15.04 %
  49. Kulit Kacang tanah : 5.77 %
  50. Kulit Klenteng : 13.13 %
  51. Tongkol Jagung : 5.62 %
  52. Pucuk Tebu : 5.57 %
  53. Daun Ketela Pohon : 16.46 %
  54. Batang Ketela pohon : 5.89 %
  55. Komak : 22.14 %
  56. Bhengok : 14.25 %
  57. Rumput lapang : 6.51 %
  58. Setaria : 9 %
  59. Centrosoma : 5.5 %
  60. Eceng Gondok : 10.21 % (syarat, itu didapat setelah di fermentasi)
  61. Sorgum Putih dan Coklat : 9.6 %
  62. Daun Pepaya : 21 s/d 27 %
  63. Onggok kering : 2.839 %
  64. Dedak / Bekatul : 12 %
  65. Biji Jagung : 8.9 %
  66. Klobot jagung : 7.31 %
  67. Tepung Gaplek : 2.6 %
  68. Tepung Turi : 31.68 % (daun turi berbunga putih : 40.62 %)
  69. Biji Kacang Hijau : 21.30 %
  70. Biji Kacang Tanah : 25.30 %
  71. Tepung Ikan : 53.3 %
  72. Tepung Cangkang Kerang : 43.4 %
  73. Jahe : 8 %
  74. Rumput alam : 14.73 %
  75. Konsentrat (pakan tambahan) : 13.27 %
  76. Kangkung : 12.98 %d
  77. dan lain-lain.

Dan berikut ini, kita bahas tentang bagaimana cara melakukan fermentasi pada pakan tersebut di atas - bisa juga disebut dengan bagaimana cara praktis membuat silase (pakan yang sudah terfermentasi).

Inilah cara singkatnya :

  1. Hijauan di potong-potong dahulu (lebih kecil itu lebih baik agar kerja rumen domba kita menjadi lebih mudah nantinya)
  2. Setelah hijauan, selanjutnya siapkan bahan yang akan dijadikan Konsentrat dedak padi dll.
  3. Siapkan juga bahan tambahan untuk mempercepat dan mensukseskan proses fermentasi, bisa menggunakan cairan EM4 untuk peternakan. Kalau kita beli di toko pupuk, warna botolnya adalah kecoklatan.
  4. Setelah bahan adonan tersedia, maka jadikan satu kesatuan (homogen), lalu di siramkan EM4 yang telah di padukan dengan gula yang disimpan selama dua hari sebelumnya (sesuai anjuran penjual EM4 sebagaimana anda bisa pelajari di web sumber EM4 diatas). selanjutnya bahan-bahan kita simpan di wadah yang tertutup rapat (anaerob = tidak masuk oksigen ke wadah).
  5. Tunggu proses fermentasi hingga 3 minggu (21 hari)
  6. Setelah 21 hari, maka pakan fermentasi sudah siap untuk disajikan ke ternak kita. Maka ambil saja sesuai keperluan dan tutup kembali wadah setelah pengambilan.
  7. Pakan fermentasi buatan kita ini akan tahan hingga 4 s/d 8 bulan (sejak jadinya 21 hari di atas). Maka ini jelas bisa menjadi solusi untuk bagaimana men-stok pakan ternak untuk musim kemarau panjang agar selalu tersedia pakan bagus.
  8. Jangan sering dibuka tutup wadahnya / ruangan nya, karena akan cepat merusak pakan fermentasi kita. sehari bisa 1 kali ambil saja (untuk memberi pakan ternak pagi sekaligus sore).
  9. Pakan hasil fermentasi yang bagus di tandai dari aroma pakan yang khas. nanti aromanya semacam aroma tape, ragi. Itu menandakan pakan fermentasi kita adalah sukses. dan memang pada awalnya nanti domba akan merasa asing dengan harum aroma seperti itu, maka dari itu harus di biasakan dulu sedikit-sedikit dicampur dengan hijauan segar lain yang disukai domba (sebagaimana kami jelaskan di point selanjutnya di bawah ini).
  10. Jika domba belum terbiasa dan terlihat tidak mau menyantap pakan frementasi kita, maka itu wajar. beri latihan saja dengan cara mencampur pakan fermentasi kita dengan hijauan biasa yang disuka oleh domba. nanti lama-lama juga suka. dan semprotlah area kandang menggunakan cairan campuran EM4 yang telah dicampur dengan gula yang telah di fermentasi dulu 2 hari (sesuai anjuran pembuat EM4) agar ternak terbiasa dengan wangi fermentasi tersebut.

Demikian share kami pada kesempatan ini. Akhirnya, sukses selalu untuk kita semua. Amin.

Jika anda belum puas dengan apa yang kami tulis ini, kami berikan referensi bagus untuk membuat pakan fermentasi, silahkan ke PAAS (Pakan Alami Awet dan Sehat).

PAAS (Pakan Alami Awet dan Sehat)

Untuk Ternak dengan Teknologi EM4 

Bahan- bahan ; (untuk pembuatan 1000 kg PAAS)

  • EM4 : 1 liter
  • Gula merah : 0.5 kg 9dilarutkan dalam 1 liter air)
  • Air : 100 liter
  • Dedak halus : 10 % dari bahan
  • Rumput, jerami, limbah pertanian : 1000 kg 

Alat :

  • Tempat fermentasi (tong plastic, bak semen, kantong plastic besar)
  • Gacok
  • Ember
  • Alat cingcang
  • Hand Sprayer / emrat 

Cara Pembuatan :

  • Larutkan cairan EM4 sebanyak 1 liter dan larutkan gula merah yang telah diencerkan ke dalam tong plastic yang berisi 100 liter air, lalu aduk kemudian didiamkan selama 2 hari sampai mengeluarkan aroma nira/wedang.
  • Ambil campuran bahan baku pakan (jerami, rumput)sebanyak 1000 kg yang telah dicingcang (5 – 10 cm) dan diturunkan kadar airnya atau dilayukan.
  • Taburkan dedak lalu semprotkan larutan EM4 dengan hand sprayer sambil diaduk-aduk sampai merata dengn kadar air 30 %.
  • Jika sudah merata, masukan bahan dalam wadah/tempat fermentasi, padatkan dengan gacok sampai betul-betul padat, lalu tutup rapat jangan sampai ada udara masuk/ hampa udara selama 5 hari.
  • PAAS siap disajikan pada ternak sehari 2 kali, kalau tersisa tutup lagi dengan rapat.

Aplikasi pada Ternak :

  • Sapi, kerbau, kuda : 5 – 10 kg/hari
  • Kambing, domba : 1 – 2 kg/hari.

Friday, August 14, 2015

Dirgahayu Republik Indonesia ke-70 (17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2015)


Team Situs domba.ID mengucapkan :
Dirgahayu Republik Indonesia ke-70
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2015.
Jayalah Negeriku!

Tuesday, August 11, 2015

Pasar Domba Online - Menuju kemandirian dalam hal harga jual domba ke calon konsumen langsung

Perkembangan pasar domba modern yang sudah online dan mandiri dalam hal harga jual domba ke calon konsumen.

Pasar domba merupakan tempat bertemunya peternak domba dengan konsumen domba. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa itu adalah suatu sistem pasar yang akan khusus menjual domba atau kambing), hal itu jika kita artikan secara konvensional dan hal tersebut tentu sudah tidak asing lagi di pendengaran kita.

Tetapi, dengan berkembangnya jaman sekarang, dimana Internet dengan segala perkembangan media sosialnya yang sudah merupakan Live Style banyak peternak, maka "Pasar Domba" pun secara sedikit demi sedikit merambah ke dunia online dan mengalami perkembangan atau perluasan makna dan cara. Dalam artian, untuk sekarang sudah banyak pasar domba yang dengan sistem online, dimana para calon pembeli dapat memesan domba yang ingin ia beli secara online dengan sistem harga domba yang di timbang hidup dan dengan harga per kilogram berat domba. Lalu, jika pembeli merasa belum yakin dengan domba yang akan ia beli, maka pembeli pun bisa langsung mengunjungi penjual domba tersebut untuk melihat-lihat kondisi dombanya secara langsung ke peternakan domba dimaksud.

Pasar domba yang sudah online, secara perkembangan zaman sudah berubah menjadi pasar domba yang mandiri, dalam artian, pasar domba jaman sekarang adalah sudah merangkap menjadi satu dengan si peternak itu sendiri. Dan harga jual ditentukan oleh peternak itu sendiri (atau oleh asosiasi yang memang dipercaya oleh peternak tersebut, itu pun jika ada asosiasi yang memang sehati dengan peternak tersebut, jika tidak, maka masing-masing peternak lah yang akan mematok harga jual domba di webiste masing-masing mereka).

Sehingga, ketika suatu usaha peternakan domba memutuskan untuk membuat website pribadi (website peternakan domba nya) dan lalu mempromosikan segala macam produk dombanya, menjual domba kiloan dengan menyebutkan harga dan menerangakan sistem / cara bayar / cara transaksi dan cara pengiriman domba kepada calon konsumen, maka itulah yang disebut / yang dimaksud dengan Pasar Domba Modern.

Dan tetang hal harga, maka seperti yang kami ulas di atas bahwa : sudah sewajarnya bahkan sudah seharusnya ada suatu Asosiasi Peternak Domba yang merangkul semua keingian peternak domba dan lalu memusyawarah dalam hal penetapan harga jual domba, dimana harga jual tersebut harus transparant dan tidak merugikan para peternak domba. Dengan adanya Asosiasi Peternak Domba yang dibuat murni oleh para peternak domba itu sendiri, maka kasus melambungnya harga domba yang tidak terkendali akan seyogyanya bisa dikendalikan.

Tetapi, ketika tidak ada atau belum ada asosiasi, atau ada asosiasi tetapi tidak mampu "membuat senyum" pada peternak, maka sudah tidak diragukan lagi dan dapat dipastikan bahwa setiap website pribadi peternak lah yang akan memasang harga domba sendiri-sendiri dengan pertimbangan masing-masing mereka tentunya. Itu bisa saja terjadi dan memang sudah menjadi hak pribadi peternak masing-masing.

Selama sesama peternak saling memahami dan mengerti setiap kondisi masing-masing, maka kami yakin perbedaan harga jual yang di cantumkan antara satu website peternak dengan website peternak lainnya adalah tidak akan jauh berbeda, justru disanalah akan ada sistem yang transparant dan terbuka untuk bagaimana caranya setiap peternak menjaring atau merangkul para calon pembeli domba mereka masing-masing, dalam arti, persaingan bersih pun akan terwujud. dan konsumen lah yang akan menilai langsung dan memutuskan kepada siapa dia akan Belanja Domba Online (tentu konsumen akan sangat mempertimbangkan perbedaan harga domba, pengalaman berbelanja perihal kualitas domba dari peternak tersebut, pelayanan customer service peternak domba tersebut ketika melayani mereka dan sistem kemudahan pembayaran dan pengiriman domba ke tempat tinggal konsumen.

Selamat beternak domba atau kambing dan Selamat berjuang untuk mempromosikan, menjual hasil ternak domba anda kepada konsumen anda di website anda sendiri dengan harga sesuai asosiasi yang anda percaya nantinya atau harga sesuai kalkulasi anda, selebihnya tinggal bagaimana kita memberikan layanan purna jual kepada semua konsumen kita masing-masing.

Sumber Foto

Monday, August 10, 2015

Harga Jual Domba (timbang hidup)

Kami akan mengupdate secara berkala untuk harga jual domba dengan sistem kilo-an (domba yang masih hidup - domba ditimbang hidup).

Harga jual kami adalah merujuk ke Harga Jual (1 domba = 40 Kg.) di situs Lambbank.com.

Untuk sampai sekarang, harga domba adalah:
Rp. 55.000 / Kg (Last Update: October 02, 2015).

Photo source from here.

Saturday, August 8, 2015

Desain Kaos Domba.ID - Simple is Better

Dengan mengusung tema "Simple is Better", maka tidak diragukan lagi dalam desain kaos kami adalah sangat sederhana sekali, yaitu hanya ada logo situs / website domba.ID saja yang kami bungkus dengan list warna putih - dengan warna dasar kain kaos adalah hitam.

Kenapa kami memilih warna hitam?, tentunya ada alasan tersendiri dan alasan masuk akal mengapa warna hitam lah yang menjadi pilihan akhir kami. Alasannya yaitu agar tidak terlalu banyak mengganggu atau banyak menimbulkan rasa canggung (kagok = sunda) bagi tim kami ketika bekerja. Artinya tidak takut kotor (karena bagaimanapun juga kami yakin dan sadar bahwa pekerjaan kami tidak selalu ada dalam ruangan ber-AC dan ruangan nan bersih, tapi sebaliknya kami banyak ada di luar ruangan yang dengannya sangat kotor-kotoran, misalnya ketika di kandang atau di tegalan, padang rumput mengembala domba), maka dengan warna baju hitam, diharapkan jadi tidak begitu terlihat apakah ada noda atau tidak ketika kerja di lapangan yang mengharus kan kotor-kotoran.

Tetapi itu tidak berarti kami "jorok", sama-sekali tidak begitu, pemilihan warna hitam adalah lebih agar supaya tim kami tidak begitu terpengaruh dengan kondisi pakaian (kaos domba.id ini yang pasti sedikit banyaknya kena kotoran). Yo, istilahnya agar konsen ke pekerjaan karena saat tersebut bukan untuk saat nya pamer / memperagakan penampilan baju domba.id. Kaos domba.ID hanyalah sebatas kaos tetapi dengan makna dan tujuan dan visi misi untuk membantu penyebaran informasi ke masyarakat luas dan siapa saja yang melihat kaos tersebut tentang keberadaan situs domba.ID kami (dengan cara menyisipkan logo situs kami pada kaos warna hitam tersebut).

Itulah alasan dan keterangan logis dari kami mengapa memilih warna hitam sebagai warna dasar untuk kaos domba.ID.

Dan berikut ini adalah tampilan kaos domba.ID yang selanjutnya akan kami berikan kepada tukang sablon, lengkap dengan preview logo dalam format file PNG dan juga kami sisipkan file asli CorelDRAW X4 nya (sebagai salah-satu syarat / keperluan pen sablonan, yang biasanya suka di minta oleh orang sablon).



File asli CorelDRAW X4 dengan ukuran panjang logo yang sudah kami setting pas dengan kenyataannya nanti, yaitu panjang 20 cm, klik disini.

Friday, August 7, 2015

Inilah beberapa penyakit yang umum menyerang domba beserta cara mengobatinya

Sudah menjadi kewajiban atau keharusan bagi seorang peternak domba/kambing untuk senantiasa menjaga agar kondisi ternaknya sehat dan se-optimal-mungkin terus mengusahakan agar bagaimana domba tidak mudah terserang penyakit. Dan walaupun toh terserang penyakit, maka peternak sudah memiliki langkah-langkah praktis untuk mengobatinya secara mandiri.

Memang sih, peternak bisa mempercayakan kepada dokter hewan spesialis, tetapi hal itu sangat tidak di anjurkan, dalam artian, boleh lah peternak untuk satu, dua dan tiga kali mengandalkan dokter hewan, tetapi untuk selanjutnya, peternak sendiri lah yang dituntut untuk bisa mengobati sendiri ternak sakit mereka. Hal itu beralasan untuk efisiensi biaya operasional karena bagaimanapun juga pengobatan ternak secara terus menerus ke dokter hewan adalah memerlukan biaya tambahan, sehingga keuntungan pun tentunya sedikit terkuras oleh biaya pengobatan panggil dokter hewan. Tetapi jika bisa sendiri, maka biaya pengobatan pun bisa ditekan seminimal mungkin.

Bagaimana langkah untuk bisa mengobati ternak secara sendiri?, jawabannya adalah : tidak ada cara lain selain mempelajari dan mempraktekkan mengobati domba yang sakit nya langsung, aktual nya, ketika seorang dokter hewan mampir ke tempat kita dan mengobati ternak kita, maka telitilah tindakan dokter tersebut, lihat dengan seksama bagaimana cara menyuntik hewan, jika perlu maka perternak harus langsung menanyakannya bagaimana cara menyuntik hewan kepada dokter hewan. Jika anda (peternak) beruntung, dan ternyata dokter hewan nya baik hati dan tidak pelit ilmu, maka ya selamat, anda adalah calon peternak yang akan sukses, setidaknya satu permasalahan tentang kesehatan ternak menjadi bisa anda atasi sendiri. Memang tidak mudah menemukan dokter hewan yang bisa memberikan ilmu tersebut secara sukarela, tapi yakin, itu ada, berusahalah mendapatkannya.

Baiklah, untuk saat ini, kami ingin share membahas beberapa penyakit domba dan bagaimana cara penyembuhannya. Sumber dari tulisan ini adalah hasil baca kami dari berbagai sumber terutama dari sebuah buku tentang Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah sebagaimana kami sebutkan di bawah artikel ini.

Terdapat dua jenis penyakit pada domba atau kambing, yaitu:

  1. Jenis penyakit menular, yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit darah, cacing dan kutu.
  2. Jenis penyakit tidak menular, disebabkan karena kurang gizi, kurang mineral, karena domba memakan tanaman beracun, atau tanaman nya sendiri yang kena racun misalnya sebelum di arit atau di makan domba, ternyata rumput tersebut ter semprot dengan bahan beracun oleh petani.

Penyakit pada domba atau kambing itu sendiri - dapat menular melalui berbagai cara, seperti:

  1. Kontak langsung dengan hewan sakit, tanaman beracun atau ada racun pada tanaman tersebut.
  2. Kontak dengan bahan tercemar penyakit / racun
  3. Penyakit tersebut dibawa / terbawa oleh serangga, terbawa pekerja kandang atau bisa pula terbawa oleh angin.

Dan berikut ini, beberapa penyakit yang umum biasa menyerang hewan ternak domba atau kambing, yaitu :

1. Mastitis

  • Mastitis adalah suatu penyakit infeksi pada ambing domba/kambing yang disebabkan oleh bakteri
  • Menjaga kebersihan / sanitasi kandang merupakan cara terbaik untuk mencegah penyakit mastitis ini, termasuk melakukan "teat dip" setiap kali melakukan pemerahan susu (khususnya pada hewan kambing). Teat dip (larutan celup puting susu) : 250 ml chlorohexadine 2% + 45 ml gliserin + air, sehingga menjadi 1 (satu) liter larutan.
  • Berikut ini adalah tanda-tanda penyakit Mastitis, adalah:
    - Ambing terasa panas, sakit dan membengkak
    - Bila diraba terasa ada yang mengeras pada ambing
    - Warna dan kualitas air susu menjadi abnormal, seperti ada warna kemerahan (darah), pucat seperti air, kental kekuningan atau kehijauan.
  • Mastitis dapat diobati dengan antibiotik. Beberapa obat mastitis telah tersedia seperti: Metrivet, Mastivet, Depolac, dan lain-lain.
  • Pengobatan dilakukan dengan memasukkan antibiotik melalui lubang puting susu, setelah ambing dikosongkan (diperah) terlebih dahulu.
  • Lakukan pengobatan 2-3 kali per hari, sampai ternak benar-benar sembuh.
  • Dalam buku Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah, anda akan melihat bagaimana contoh penyuntikan antibiotik melalui puting susu untuk pengobatan penyakit mastitis.

2. Scabies (Gudugan/Gatal)

  • Scabies adalah merupakan penyakit kulit yang paling sering dan serius terjadi pada hewan domba atau kambing.
  • Dapat menyebabkan kematian.
  • Cara penularan dengan kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi (sakit), atau kontak dengan alat atau kandang yang tercemar (bekas ternak sakit).
  • Pengobatan:
    - Injeksi Invermectin (sub-cutan/bawah kulit)
    - Cara tradisional dengan mengoleskan campuran belerang dengan oli.
  • Pencegahan:
    - Jaga kebersihan kandang, peralatan dan ternaknya.
    - Isolasi (pisahkan domba yang sakit, simpan di tempat khusus karantina) lalu untuk ternak domba yang sakit, maka segera obati.
  • Tanda-tanda scabies:
    - Gatal (ternak menggaruk-garuk bagian yang gatal)
    - Adanya penebalan pada kulit
    - Nafsu makan menjadi berkurang
    - Ternak (domba) menjadi kurus
    - Bulu nya terlihat kusam dan berdiri dan juga bulunya menjadi rontok
    - Produktivitas menjadi menurun
  • Untuk contoh domba/kambing yang sudah terinfeksi oleh scabies pada bagian telinga, leher dan pundak, bisa di lihat di buku Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah.

3. Kembung Perut (Bloat / Tympani)

  • Kembung perut terjadi akibat pembentukan gas dalam lambung secara berlebihan dan dalam waktu yang cepat.
  • Kadang-kadang penyakit ini terjadi secara mendadak.
  • Pencegahan:
    - Jangan memberikan hijauan muda secara berlebihan, atau hijauan yang masih mengandung embun pagi, dan ternak cukup mendapat exercixe / latihan sedikit-sedikit saja memberi jenis hijauan yang baru untuk domba kita.
    - Jangan memberikan satu jenis/macam hijauan, terutama hijauan leguminosa, berikan rumput kering sebelum memberikan legum.
  • Pengobatan:
    - Pengalaman di lapangan, untuk pengobatan dengan berbagai macam cara dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi, antara lain dengan menggunakan minuman sprite, minyak nabati/goreng, asam jawa, obat antangin (untuk manusia), dll.
    - Jika cara di atas gagal, cara terakhir adalah dengan menusukkan jarum besar/trocar/canula atau alat sejenisnya kedalam lambung sebelah kiri. Tingkat kesuksesan cara ini adalah rendah, karena 60-80% dari ternak yang diperlakukan demikian akan mati karena infeksi.

4. Belatungan / Myasis

  • Myasis terjadi karena adanya luka yang terbuka pada domba dan lalu terinfeksi lalat
  • Pengobatan: Bersihkan luka dan semprotkan/berikan gusanex atau tembakau atau hancuran kamper pada bagian yang luka.

5. ORF/Puru/Dakangan

  • Orf atau penyakit lesi disekitar mulut/muka disebabkan oleh virus.
  • Ternak yang sembuh dari penyakit Orf akan mempunyai kekebalan tubuh terhadap penyakit Orf selama sekitar satu tahun.
  • Pencegahan: dengan vaksinasi.
  • Pengobatan: membersihkan sambil digosok dengan larutan trusi (Kalium permanganat) dan berikan salep antibiotik / yodium.

6. Cacingan

  • Ada beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi domba atau kambing, antara lain: Cacing Gepeng (flukes), cacing giling lambung dan usus, dan cacing pita.
  • Ternak yang terinfeksi cacing akan menjadi kurus, produksi menurun, perutnya membesar, anemia (pucat kekurangan darah) dan bisa sampai pada kematian.
  • Pengobatan dan pencegahan dengan memberikan obat cacing secara teratur, terutama pada ternak yang digembalakan.
  • Jenis obat cacing untuk domba yang tersedia di pasaran antara lain: Kalbasen dan Valbazen.
  • Pengobatan secara tradisional yaitu dengan buah pinang, getah pepaya.

7. Mencret / Diare

  • Diare dapat disebabkan oleh pakan yang dimakan tercemar atau oleh penyakit tertentu.
  • Obat: Oralit atau penggantinya, norit 2-3 tablet.

8. Pink Eye (Radang Selaput Mata)

  • Disebabkan oleh berbagai macam organisme, termasuk bakteri dan virus.
  • Infeksi pada selaput mata ini menyebabkan mata berair, kemerahan pada bagian yang putih dan kelopaknya, bengkak, dan lama-lama kornea mata menjadi keruh atau tertutup lapisan putih.
  • Sering terjadi pada ternak domba yang mengalami perjalanan jauh.
  • Dapat menular, ternak yang sakit mata sebaiknya dipisahkan dari ternak yang masih sehat.
  • Pengobatan: Injeksi antibiotik (tetracyclin atau tylosin), atau oleskan salep terramycin 0.1%
  • Biasanya mata akan sembuh dalam 1-2 minggu.

Tips Menjaga Kesehatan Domba / Kambing :

Tanda-tanda ternak domba/kambing yang sehat adalah:

  • Makan dengan baik
  • Bulunya klimis (halus dan mengkilap)
  • Matanya cerah (bersinar)
  • Bebas penyakit
  • Kakinya kuat
  • Sering melakukan ruminasi (mengunyah kembali pakan yang telah dimakan).

Kondisi fisiologi normal untuk domba / kambing :

  • Temperatur tubuh: 38o - 42o C
  • Denyut jantung: 70-80 kali/menit
  • Frekwensi pernafasan: 12-15 kali/menit
  • Siklus estrus: 18-22 hari (rataan 20 hari)
  • Lama estrus/birahi: 12-48 jam
  • Lama bunting: 144 - 155 hari (rataan 150 hari)

Cara menjaga kesehatan domba / kambing:

  • Pakan yang diberikan harus cukup dalam jumlah dan gizinya (hijauan atau pakan tambahan)
  • Air minum tersedia setiap saat
  • Jaga sanitasi atau kebersihan kandang, tempat pakan, tempat minum serta ternaknya
  • Berikan "exercise" secukupnya
  • Lakukan program vaksinasi yang teratur (anthrax, Orf, tetanus, dll.)Lakukan kontrol parasit (internal dan eksternal) yang ketat
  • Kuku dipotong secara teratur
  • Lakukan pengamatan rutin pada setiap individual ternak dan segera ambil tindakan bila ada tanda-tanda tidak normal (segera pisahkan domba/kambing yang sakit ke ruang khusus karatina).

Bahan dan alat yang diperlukan dalam menjaga kesehatan domba / kambing:

  • Termometer
  • Syringe (3 cc dan 5 cc) dan jarum (18, 20, 22 gauge)
  • Disinfektan (alkohol, jodium tinture).
  • Buffer (minyak goreng, minuman mengandung soda bicarbonat)
  • Obat cacing (kalbazen, valbazen, dll.
  • "Teat Dip"
  • Antibiotik (Terramycin, Oxyterramycin, dll.)
  • Vitamin (hematophan).

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. semoga bermanfaat.

Sumber:

Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah
Balai Penelitian Ternak
Kerjasama dengan
Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI)
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
2007

Disusun oleh:
Dr. Ir. I-Ketut Sutama M. Rur. Sc.

Diterbitkan: Balai Penelitian Ternak, Ciawi Bogor
Jl. Veteran-III Ciawi Bogor
Telp. (0251) 240752, 240753
Fax (0251) 240754
Email: balitnak@indo.net.id

Sumber Foto

Wednesday, August 5, 2015

Alfafa atau Alfalfa, agar domba kita menjadi gemuk, sehat dan cepat besar

Berikan pakan Alfalfa atau Al-Qur'an menyebutnya "Alfafa", agar domba kita sehat, gemuk dan berkembang dengan baik dan cepat.

Ini bukanlah cuma kabar angin, tetapi jelas sudah banyak yang membuktikannya karena dalam Al-Qur'an pun tanaman atau rumput Alfafa ini disebut-sebut sebagai indung nya tanaman. Surat An-Naba ayat 16 : Wa jannatin alfafa. (Dan Kebun-kebun Alfafa). Dalam tafsir Al-Quran, maka hasil terjemahannya adalah "dan kebun-kebun yang rindang".

Maka, atas dasar hal di atas, dipandang perlu bagi kami untuk ikut serta membantu sosialiasi hal keberadaan, selanjutnya hal manfaat dari tanaman super manfaat ini, khususnya nantinya untuk sama-sama kita pergunakan sebagai pakan utama dalam hal budidaya ternak domba atau kambing agar menimbulkan hasil kualitas domba seperti domba-domba di Amerika dan domba-domba di Australia.

Sebagai referensi tambahan, silahkan anda simak suatu ulasan cukup menarik tentang tanaman yang berasal dari Timur Tengah / Arab ini di suatu artikel khusus alfalfa disini.

Baiklah, berikut ini kami uraikan secara singkat dan dengan sangat jelas tentang apa-apa saja yang menjadi penting untuk diketahui dan di fahami bersama tentang alfalfa ini, khususnya tentang cara menanamnya.

Untuk kemana dan dimana kita membelinya, sepertinya sudah banyak rekan-rekan lain yang menjual Produk Import dari Amerika ini, anda bisa googling dengan kata kunci "menjual alfalfa kualitas super dengan harga murah", maka akan muncul ribuan hasil pencarian yang dengan gigihnya menjajakan produk import alfalfa mereka masing-masing dengan berbagai patokan harga masing-masing pula.

Dan berikut adalah Urutan Cara Menanam Alfalfa yang ter-inspirasi dari sini :
  1. Ketika menanam benih alfalfa, maka setiap lubang tanam diberi 3 biji alfalfa dengan jarak tanam antar lubang adalah 10 cm
  2. Hendaknya tanah diberi pupuk kompos dulu, agar subur dan gembur
  3. Kondisi tanah adalah tanah yang tidak basah dan juga tidak kering
  4. PH tanah yang ideal agar alfalfa tumbuh optimal adalah PH 6.7 sampai dengan PH 6.9
  5. Tentunya, kita harus memberikan pengairan yang cukup pada saat musim kemarau (tapi alfalfa jangan sampai tergenang air karena bisa berakibat busuk ke akar tanaman ini, percis seperti halnya menanam bawang daun (tidak boleh ada air menggenang di areal per-akaran).
  6. Agar pertumbuhan alfalfa menjadi optimal, maka tanam lah tanaman ini dengan tidak terhalang / tidak tertutup dari sinar matahari langsung (tapi dalam masa-masa awal / ketika proses semai - lebih baiknya jangan banyak terkena sinar matahari langsung karena alfalfa belum kuat (itu lebih baik ya).
  7. Lakukanlah penyemprotan pupuk daun secara berkala sesuai kebutuhan (petani padi tentunya / biasanya sudah faham sekali akan hal ini)
  8. Sekitar area tanaman, hendaknya selalu dijaga dan lalu dibersihan dari gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman alfalfa.
  9. Sistem pembenihan dengan menggunakan mulsa atau paranet itu adalah lebih baik, karena dapat menjaga dari terpaan angin, hujan, dan terik sinar matahari langsung (khususnya dalam masa rawan pembenihan sampai dengan 40 hari).
  10. Pola tanam alfalfa sebaiknya memakai sistem semai langsung tanam pada lahan (tidak dipindahkan).
  11. Panen perdana adalah pada usia 2 bulan, dan selanjutnya setiap bulan dapat dipanen, hasil maksimal panen adalah pada saat alfalfa sudah berbunga sekitar 10% nya.
  12. Masa produktif tanaman alfalfa adalah 3 s/d 5 tahun. Setelah itu pohon alfalfa kita sudah tidak produktif lagi, maka kita harus menggantikannya dengan generasi baru dengan cara penanaman dari awal lagi (menanam benih). Benih bisa kita beli dari toko tanaman yang menyediakan benih / biji alfalfa (karena biji alfalfa yang kita tanam sebelumnya tidak bisa dijadikan benih, karena sudah mandul dari pabrik nya).
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sunday, August 2, 2015

Tata cara menyembelih Domba yang baik, benar dan halal menurut Islam

Ketika menjelang Hari Raya Idul Adha, maka disanalah musim Qurban tiba, pun ada orang yang juga melaksanakan Aqiqah dengan hewan qurban domba. Sebagai peternak hewan domba atau kambing yang beragama Islam, maka sewajarnyalah dan atau selayaknyalah kita sudah faham dengan bagaimana cara menyembelih domba dengan cara yang baik, benar dan juga tentunya halal menurut ajaran Islam, dan sesuai dengan sunnah yang dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad - Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam.

Memang, biasanya ada petugas pemotong hewan (hewan qurban / aqiqah) yang sangat sudah mahir dalam hal potong-memotong, tetapi peternak juga setidaknya bisa melakukan pemotongan hewan sendiri, karena hal itu akan sangat bermanfaat di saat-saat mendesak dan serba harus cepat, misalnya di luar acara qurban dan aqiqah ternyata saat itu ada hewan ternak / domba kita yang sakit dan sudah terlihat tidak akan panjang lagi umurnya, lalu memanggil tukang potong hewan tidak datang juga karena mungkin pada saat itu ada hal / halangan / aktifitas lain yang tidak bisa di tinggalkan olehnya, nah, jika anda (sebagai peternak) sayang kepada domba anda yang sebentar lagi akan ber status bangkai dan menjadi haram dimakan, maka tidak ada salahnya anda menyembelihnya sendiri (mumpung domba anda masih hidup), tapi tentunya di bantu oleh sanak keluarga atau tetangga dekat dalam hal memegang dan lain-lainnya ketika menyembelih domba anda.

Maka dari contoh kasus di atas, adalah dipandang penting bagi peternak domba untuk bisa menyembelih hewan domba nya sendiri. Dan berikut ini adalah kutipan penting tentang bagaimana tata cara menyembelih hewan domba dengan baik, benar dan tentu saja halal menurut apa yang di ajarkan agama Islam.

Sebenarnya ada dua cara / dua teknik dalam hal menyembelih hewan kurban dalam Islam, yaitu :

  1. Cara Nahr yaitu menyembelih hewan kurban dengan cara melukainya di bagian tempat kalung (di pangkal leher). Cara ini adalah untuk menyembelih unta.
  2. Cara Dzabh yaitu menyembelih hewan kurban dengan cara melukainya di bagian leher paling atas (di ujung leher hewan tersebut). Ini untuk menyembelih hewan kurban seperti domba, kambing, sapi, kerbau, ayam, dan lain-lain.

Dan di artikel ini kita fokus ke cara yang kedua, karena itulah yang umumnya di pilih di Indonesia karena hewan qurban nya berupa domba, kambing, sapi dll (bukan unta).

Berikut ini urutan penjelasan menyembelih hewan domba dan juga bisa diterapkan ke hewan lainnya sebagaimana disebut di atas :

1. Memotong Hewan (apalagi hewan untuk kurban) sebaiknya oleh yang berkurban, tapi jika tidak bisa, boleh di wakilkan

Jika bisa, maka yang menyembelih hewan tersebut (hewan kurban) adalah yang berkurbannya, tetapi jika tidak kuasa, maka bisa di wakilkan ke orang lain yang mampu dan professional. Jika ternyata pemotongan hewan tersebut dilakukan orang lain, maka yang berkurban (shohibul kurban) disyariatkan untuk ikut menyaksikannya. Tapi kita disini tidak sedang menjelaskan menyembelih hewan qurban pada umumnya, artinya penjelasan disini bukan hanya untuk hewan kurban, aqiqah , tetapi untuk keperluan konsumsi lain, misalnya pemotongan domba untuk usaha kuliner dan syukuran dan lain-lain.

2. Gunakan Pisau yang Ter Tajam

Ketika menyembelih domba, maka kita gunakan pisau yang se tajam mungkin. semakin tajam pisau kita, maka semakin baik.

Ini berdasarkan hadis dari Syaddad bin Aus radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْح وَ ليُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya." (HR. Muslim).

3. Tidak Mengasah Pisau di depan Hewan Domba yang akan kita potong

Jangan mengasah pisau kita di depan hewan domba yang akan kita sembelih. Ini akan membuat takut domba tersebut dan itu termasuk perilaku tidak terpuji.

Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِّ الشِّفَارِ ، وَأَنْ تُوَارَى عَنِ الْبَهَائِمِ

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan." (HR. Ahmad, Ibnu Majah ).

Bahkan dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementara binatang itu melihatnya. Lalu beliau bersabda (yang artinya): "Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini ?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!" (HR. Ath-Thabrani dengan sanad sahih).

4. Hadapkan Domba ke Arah Kiblat

Hadapkanlah hewan domba yang akan kita potong tersebut ke arah Kiblat.

Ini ada dalam penjelasan Mausu'ah Fiqhiyah: Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah. (Mausu'ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21:196).

Jadi intinya, cara yang paling tepat untuk menghadapkan hewan ke arah kiblat ketika menyembelih itu adalah dengan memosisikan:
- Kepala domba di Selatan
- Kaki nya di Barat
- Leher domba menghadap ke Barat
- Yang motong berada di sebelah timur dari domba yang akan di sembelih (di punggung / belakang domba - dengan tangan kanan memegang pisau, sedangkan tangan kirinya memegang kepala domba, Jadi pemotong hewan domba tersebut tentunya menghadap ke arah kiblat - dalam hal ini ke arah barat karena kita ada di Indonesia. (lihat ilustrasi gambar yang kami sajikan dalam artikel ini).

5. Baringkan dulu Domba yang akan kita sembelih (dengan posisi membaringkan nya di atas lambung sebelah kiri domba tersebut) - lihat foto.

Baringkanlah hewan domba tersebut di atas lambung sebelah kiri. Ini penjelasan dari Imam An-Nawawi yang mengatakan bahwa:
Terdapat beberapa hadis tentang membaringkan hewan (tidak disembelih dengan posisi hewan berdiri - si domba selayaknya kita baringkan dahulu) dan kaum muslimin juga sepakat dengan hal ini. Para ulama sepakat, bahwa cara membaringkan hewan yang benar adalah ke arah kiri. Kenapa harus ke arah kiri? - karena Itu akan akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegangi leher domba nya dengan tangan kiri. (Mausu'ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21:197).

Hal ini juga di iya kan oleh Syekh Ibnu Utsaimin. Beliau mengatakan, "Hewan yang hendak disembelih dibaringkan ke sebelah kiri, sehingga memudahkan bagi orang yang menyembelih. Karena penyembelih akan memotong hewan dengan tangan kanan, sehingga hewannya dibaringkan di lambung sebelah kiri. (Syarhul Mumthi’, 7:442).

Perhatikan foto ilustrasi yang kami hadirkan dalam postingan ini.

6. Injakkan kaki kita (yang motong/menyembelih) di leher domba tersebut

Menginjakkan kaki di leher hewan, itu sesuai sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

ضحى رسول الله صلّى الله عليه وسلّم بكبشين أملحين، فرأيته واضعاً قدمه على صفاحهما يسمي ويكبر

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor domba. Aku lihat beliau meletakkan meletakkan kaki beliau di leher hewan tersebut, kemudian membaca basmalah …. (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Baca Bismisllah dahulu ketika akan menyembelih domba

Beberapa saat sebelum menyembelih, harus membaca basmalah. Ini hukumnya wajib, menurut pendapat yang kuat. Allah berfirman,

وَ لاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ الله عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ..

Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS. Al-An’am: 121).

8. Bagus dan atau dianjurkan membaca takbir (Allahu akbar) setelah membaca basmalah

Sebagaimana disebutkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyembelih dua ekor domba bertanduk,…beliau sembelih dengan tangannya, dan baca basmalah serta / lalu bertakbir…. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

9. Sebutkan nama sohibul kurban nya - itu kalau niat menyembelih domba nya untuk acara kurban atau aqiqah

Pada saat menyembelih domba, maka dianjurkan bagi yang memotong hewan tersebut untuk menyebut nama orang yang jadi tujuan dikurbankannya herwan domba tersebut.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, bahwa suatu ketika didatangkan seekor domba. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih dengan tangan beliau. Ketika menyembelih beliau mengucapkan, ‘bismillah wallaahu akbar, ini kurban atas namaku dan atas nama orang yang tidak berkurban dari umatku.’” (HR. Abu Daud, At-Turmudzi dan disahihkan Al-Albani).

Setelah membaca bismillah Allahu akbar, dibolehkan juga apabila disertai dengan bacaan berikut:
hadza minka wa laka.” (HR. Abu Dawud, no. 2795) Atau
hadza minka wa laka ’anni atau ’an fulan (disebutkan nama shohibul kurban).

Jika yang menyembelih bukan shohibul kurban atau Berdoa agar Allah menerima kurbannya dengan doa, ”Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shohibul kurban).”

Catatan: Bacaan takbir dan menyebut nama sohibul kurban hukumnya sunnah, tidak wajib. Sehingga kurban tetap sah meskipun ketika menyembelih tidak membaca takbir dan menyebut nama sohibul kurban.

10. Hendaknya domba disembelih dengan cepat untuk meringankan sakit yang dialami domba / hewan kurban tersebut

Sebagaimana hadis dari Syaddad bin Aus di atas.

11. Pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah pasti terpotong.

Syekh Abdul Aziz bin Baz menyebutkan bahwa penyembelihan yang sesuai syariat itu ada tiga keadaan (dinukil dari Salatul Idain karya Syekh Sa’id Al-Qohthoni):

  • Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher. Ini adalah keadaan yang terbaik. Jika terputus empat hal ini maka sembelihannya halal menurut semua ulama.
  • Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan salah satu urat leher. Sembelihannya benar, halal, dan boleh dimakan, meskipun keadaan ini derajatnya di bawah kondisi yang pertama.
  • Terputusnya tenggorokan dan kerongkongan saja, tanpa dua urat leher. Status sembelihannya sah dan halal, menurut sebagian ulama, dan merupakan pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    ما أنهر الدم وذكر اسم الله عليه فكل، ليس السن والظفر
    “Selama mengalirkan darah dan telah disebut nama Allah maka makanlah. Asal tidak menggunakan gigi dan kuku.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

12. Sebaiknya, kaki kanan domba jangan ikut di ikat

Sebagian ulama menganjurkan agar membiarkan kaki kanan domba bergerak (tidak di ikat), sehingga hewan / domba tersebut akan lebih cepat meregang nyawa.

Imam An-Nawawi mengatakan, “Dianjurkan untuk membaringkan sapi dan kambing ke arah kiri. Demikian keterangan dari Al-Baghawi dan ulama Madzhab Syafi’i. Mereka mengatakan, “Kaki kanannya dibiarkan…(Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8:408)

13. Tidak boleh mematahkan leher domba tersebut sebelum domba tersebut benar-benar mati

Para ulama menegaskan, perbuatan semacam ini hukumnya dibenci. Karena akan semakin menambah rasa sakit si domba / hewan kurban tersebut. Demikian pula menguliti binatang, memasukkannya ke dalam air panas dan semacamnya. Semua ini tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan hewan itu benar-benar telah mati.

Dinyatakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, “Para ulama menegaskan makruhnya memutus kepala ketika menyembalih dengan sengaja. Khalil bin Ishaq dalam Mukhtashar-nya untuk Fiqih Maliki, ketika menyebutkan hal-hal yang dimakruhkan pada saat menyembelih, beliau mengatakan,
وتعمد إبانة رأس
“Diantara yang makruh adalah secara sengaja memutus kepala” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 93893).

Pendapat yang kuat bahwa hewan yang putus kepalanya ketika disembelih hukumnya halal.
Imam Al-Mawardi –salah satu ulama Madzhab Syafi’i– mengatakan, “Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau ditanya tentang menyembelih burung sampai putus lehernya? Sahabat Imran menjawab, ‘boleh dimakan.”

Imam Syafi’i mengatakan,
فإذا ذبحها فقطع رأسها فهي ذكية
“Jika ada orang menyembelih, kemudian memutus kepalanya maka statusnya sembelihannya yang sah” (Al-Hawi Al-Kabir, 15:224).

Allahu a’lam.

Sumber Foto

Sumber Inspirasi Artikel dari sini.